Guru Ngaji

TUGAS GURU NGAJI

Rasulullah SAW bersabda: ”Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim dan muslimah.”

Sebagai orang Islam kita diwajibkan shalat. Di dalam shalat kita membaca Alquran. Surat Al-Fatihah misalnya, merupakan rukun shalat yang wajib kita baca. Oleh karena itu kita dituntut juga untuk belajar Alquran dan untuk mempelajarinya kita membutuhkan seorang guru yang dalam bahasa keseharian disebut dengan guru ngaji.

Tugas seorang guru ngaji diantaranya yaitu mengajarkan pengucapan huruf Hijaiyah yang benar atau biasa dikenal dengan makharijul huruf, yaitu tempat keluarnya huruf yang kita ucapkan. Pengucapan huruf yang terdengar mirip seperti sin, syin, shad atau huruf dzal, zay, zha’ harus ditekankan oleh guru ngaji tersebut sehingga dapat terdengar jelas perbedaan diantara huruf-huruf tadi.

Panjang-pendek kata juga merupakan PR besar seorang guru ngaji. Banyak juga orang yang sudah betul pengucapan hurufnya namun tidak tepat dalam memanjang-pendekkan kata.

Tasydid (huruf ganda) harus jelas pengucapannya. Sering kita dengar orang membaca dalam surat Al-Fatihah kata “iyyaaka” dibaca dengan “iyaka” sehingga jumlah huruf pun berkurang. Ini berakibat fatal karena Al-Fatihah merupakan rukun shalat, mengurangi satu huruf pun bisa membuat shalat menjadi cacat. Disinilah tugas guru ngaji sangat diperlukan. Beda halnya dengan software-software belajar Alquran yang hanya bisa mengajarkan teori namun tidak bisa MEMBETULKAN kekeliruan si pembaca Quran.

Masih banyak aspek lain tentang ilmu baca Alquran (tajwid) yang diajarkan guru ngaji yang perlu diketahui. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat J wallahu a’lam bisshawab!

Buat Anda yang sedang mencari guru ngaji KLIK DISINI!

One response to this post.

  1. Guru Ngaji (Kalau boleh disebut, orang seperti ini biasanya dan umumnya berada diluar guru-guru yang mengajar di TKA dan TPA), dia memberikan pengajaran membaca Al Qur’an, apakah itu di rumahnya, dengan cara privat, tidak seperti TPA dan TKA yang biasanya ada gedungnya atau bertempat di satu sudut sebuah mesjid atau Musholla.

    Muridnya adalah mereka, orang tua yang ingin memperlancar kembali bacaan Al Qur’annya, yang dulu pernah ia lakukan dengan baik, tetapi karena satu dan lain hal, ia dilupakan oleh Al Qur’an. Muridnya bisa jadi adalah anak-anak, mulai dari usia TK sampai dengan SD, dimana pada siang hari, usai pulang dari sekolah, mereka belajar di TPA dan TKA, pada malam harinya mereka belajar dengan seorang guru ngaji.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: