Fungsi Guru Ngaji

Fungsi Guru Ngaji Sebagai Salah Satu Peletak Dasar Dari Akhlak Seseorang

Pernahkah anda sewaktu masa kecil  berkumpul di sebuah Mushola atau masyarakat desa menyebutnya “langgar” bersama teman-teman lainnya melakukan aktifitas rutin membaca AL-Quran atau yang sering dikenal dengan mengaji? Untuk mengaji tersebut pastilah membutuhkan seorang pembimbing atau pengajar atau seorang guru.Seorang guru ngaji identik dengan seseorang yang mengajarkan cara membaca kitab suci atau Al-Quran tapi fungsi seorang guru ngaji lebih dari sekedar mengajarkan membaca Al-Quran, tapi merupakan sebagai peletak dasar dari pengetahuan agama dari seseorang dan menunjang pendidikan agama dari usia dini.

 

Namun, jika kita melihat kondisi masyarakat akhir-akhir ini terkadang fungsi dari seorang guru ngaji tersebut terkadang di salah gunakan oleh “oknum”, dengan tugasnya sebagai guru ngaji maka posisinya dengan muridnya akan semakin dekat dan posisi tersebutlah terkadang di salah gunakan oleh “oknum” tersebut.

 

Berbagai berita semacam inilah yang sekarang ini telah mencoreng nama baik seorang guru ngaji, sehingga ada kesan ketidakpercayaan yang timbul dari masyarakat terhadap seorang guru ngaji. Guru ngaji seorang yang di percaya untuk meletakkan dasar agama kepada seseorang bisa melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji, membuat kesan dari seorang guru ngaji sedikit tercoreng.

 

Walaupun jika kita teliti lebih dalam lagi, kita kan menjumpai bahwa mereka yang melakukannya hal tersebut hanyalah segelintir orang saja, tapi kesan yang ditimbulkan sangatlah meresahkan. Tapi itu hanyalah beberapa kendala yang harus dihadapi oleh seorang guru ngaji. Namun demikian, kita tetap bisa mengambil nilai positifnya yaitu bahwa hal tersebut tidak menggeser fungsi guru ngaji yang sebenarnya. Memang tidak dibutuhkan sebuah kriteria khusus untuk menjadi seorang guru ngaji, banyak yang bilang yang penting punya kemampuan dalam membaca Al-Quran dan bisa mengajarkannya, hal tersebut sudah cukup. Tapi seorang guru ngaji juga harus mengetahui dasar-dasar dari hukum agama lainnya, karena ia akan menjadi orang pertama yang harus menjawab pertanyaan murid, terutama mengenai hal-hal yang membutuhkan jawaban yang bijaksana, misalnya sesuatu yang dilihat dari sudut pandang agama. Anda bisa bayangkan dampaknya, bukan? Sekali seorang guru ngaji salah memberikan informasi atau jawaban, maka hasil yang terjadi pun di luar perkiraan. Oleh karena itu berhati-hatilah untuk seorang guru ngaji untuk memberikan sebuah pandangan, karena hal tersebut bisa menjadikan seseorang berpegang teguh terhadap pandangan yang di berikan tersebut.

 

Lalu apa sih sebenarnya yang bisa menjadi guru ngaji  memiliki kriteria apa. Minimal seorang guru ngaji harus memiliki kriteria :

1.            Beragama Islam. Itu sudah pasti yang diajarkannya cara membaca Al-Quran, oleh karena itu pastilah beragama Islam.

2.            Baligh, seorang guru ngaji haruslah sudah mencapai tingkat kedewasaan, hal ini penting dalam mengajar karena dibutuhkan kesabaran tinggi dalam mengajarkan sesuatu.

3.            Berakal

4.            Cerdas

5.            Dapat dipercaya, seorang guru ngaji haruslah seseorang yang dapat dipercaya, baik dari pembicaraannya maupun dari tindakan serta pemikirannya.

6.            Bersih dari sebab-sebab fasiq dan yang menggugurkan kewibawaan.

7.            Harus memiliki dasar ilmu yang menunjang kegiatannya dalam mengajar.

Seorang guru ngaji bukanlah sebuah profesi yang patut diremehkan, profesi ini tidak kalah pentingnya dengan profesi-profesi lainnya, bahkan seorang guru ngaji merupakan peletak dasar dari akhlak seseorang yang akan menentukan bagaimana orang tersebut bersikap di masyarakat.

Seseorang yang menjadi guru ngaji harus memiliki sikap tanpa pamrih atau ikhlas dalam pengajarannya,  tidak didasari untuk dihormati, cium tangan , sowani, dan lainnya. Tapi terkadang posisi guru ngaji di salah gunakan oleh beberapa pihak tertentu. Penghormatan terhadap seorang guru yang sangat tinggi terkadang menutup penilaian apa yang dilakukan seseorang tersebut. Terkadang seorang guru ngaji di jadikan pedoman dan panduan dalam bersikap di masyarakat. Semua pendapat dan pemikirannya akan dijadikan dasar dalam bertindak dan berpikir dari muridnya. Jadi bukan hanya mengajarkan membaca kitab suci saja, tapi juga harus memberi contoh yang baik dalam segala perbuatannya, pemikirannya dan dalam ucapannya.

Sulit, memang sulit jadi seorang guru ngaji. Bukan hanya beban secara fisik saja tapi juga terdapat beban mental yang harus ditanggung , hal ini untuk mencegah anak didiknya untuk keluar dari jalur yang sudah ditetapkan, yaitu jalur yang ditetapkan dalam agama, harus menjadi contoh dan panutan serta pedoman bagi anak didiknya.

Buat Anda yang sedang mencari guru ngaji KLIK DISINI!

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: